Pengaruh Penggunaan Air Sumur Merauke Sebagai Bahan Campur Beton Normal
Keywords:
Air sumur, air layak minum, kuat tekanAbstract
Perkembangan zaman yang sangat pesat, memicu banyaknya kemajuan dibidang struktur saat ini misalnya gedung-gedung, jembatan, tower, dan lain sebagainya. Beton adalah salah satu pilihan sebagai bahan struktur dalam konstruksi bangunan. Adapun tujuan penelitan ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan air sumur di wilayah Kota Merauke sebagai campuran beton terhadap kuat tekan beton normal pada berbagai umur beton. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dilaboratorium,yaitu merancang proporsi campuran beton dengan metode SNI-03-2834-2000 dan campuran beton yang akan dibuat adalah beton normal. Dari hasil penelitian dan pembahasan pengaruh penggunaan air sumur Merauke dapat disimpulkan, bahwa nilai kuat tekan beton yang memenuhi persyaratan kuat tekan rencana 20 MPa dan air yang tidak dapat diminum harus mempunyai kekuatan kuat tekan sekurangnya sama dengan 90% dari kekuatan benda uji yang dibuat dengan air yang dapat diminum adalah air sumur lab. Teknik Sipil, air layak minum (AQLAA), benda uji sumur 8 dan benda uji sumur 9 dengan nilai kuat tekan sebesar 20,36 MPa, 20,36 MPa 19,61 MPa dan 21,12 MPa. Benda uji 1 sampai benda uji 7 memiliki nilai kuat tekan lebih kecil dari kuat tekan rencana 20 MPa dan syarat minimal 90% nilai kuat tekan air layak diminum sehingga berdasarkan persyaratan tidak dapat digunakan.