Fenomena Pernikahan Dini dan Tinjauannya Secara Sosiologi
DOI:
https://doi.org/10.63185/pjhp.v1i2.28Abstract
Pernikahan dini menjadi salah satu fenomena sosial dalam kehidupan masyarakat. Pernikahan dini yang marak terjadi menunjukkan bahwa kebijakan pemerintah tentang minimal batas usia perkawinan belum berjalan secara maksimal. Hal ini disebabkan oleh rendahnya kesadaran masyarakat terhadap dampak negatif fenomena sosial tersebut. Penelitian tentang fenomena pernikahan dini dan tinjauannya secara sosiologi. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana fenomena pernikahan dini dalam tinjauan sosiologi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tinjauan sosiologi pada pernikahan dini yang menjadi fenomena sosial. Peneliti menggunakan metode studi literatur (library research). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sosiologi memandang pernikahan dini sebagai suatu fenomena sosial yang memuat tindakan sosial berupa tindakan tradisional, tindakan afektif, tindakan rasional instrumental, dan tindakan sosial instrumental. Selain itu, terdapat ketidaksetaraan gender yang muncul dalam kehidupan masyarakat berupa, streotipe, subordinasi, marginalisasi, beban kerja ganda (double burden), dan kekerasan (violence). Fenomena pernikahan dini memicu munculnya bias gender yang berkaitan dengan faktor sosial budaya pada masyarakat yang masih memiliki budaya patriarki.
Kata Kunci: pernikahan dini, sosiologi, studi pustaka
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
All articles published in this journal are licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0).
This license allows others to share, copy, redistribute, adapt, and build upon the material for any purpose, even commercially, as long as appropriate credit is given to the original author(s) and the source.
Authors retain copyright of their work. By submitting their manuscript, authors grant the journal the right of first publication.










