Kinerja Auditor Inspektorat Pemerintah Provinsi Papua Selatan

Authors

  • Franky Malau Universitas Musamus
  • Syahruddin Universitas Musamus Merauke
  • Fitriani Universitas Musamus Merauke

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis kinerja auditor serta faktor-faktor yang memengaruhi kinerja auditor pada Inspektorat Provinsi Papua Selatan. Penelitian dilatarbelakangi oleh pentingnya Aparat Pengawas Intern Pemerintah (APIP) dalam mendukung tata kelola pemerintahan yang akuntabel dan oleh tantangan yang dihadapi daerah otonomi baru, antara lain keterbatasan jumlah auditor, kompetensi yang belum merata, beban kerja tinggi, kompleksitas objek pemeriksaan, kondisi geografis, dan keterbatasan pengembangan sumber daya manusia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap pimpinan, auditor, dan perangkat daerah yang menjadi objek pemeriksaan. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña melalui kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan, dengan triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja auditor secara umum berada pada kategori baik pada enam dimensi, yaitu kualitas kerja, kuantitas kerja, ketepatan waktu, efisiensi biaya, kemandirian kerja, dan interaksi interpersonal. Namun, kinerja belum sepenuhnya optimal. Lima faktor utama yang memengaruhi kinerja adalah kompetensi, motivasi, kepemimpinan, lingkungan kerja, dan sistem kerja. Penelitian menghasilkan model kinerja auditor berbasis penguatan kapasitas organisasi yang mengintegrasikan enam dimensi kinerja dan lima faktor pengaruh.

Downloads

Published

2026-09-15

How to Cite

Franky Malau, Syahruddin, & Fitriani. (2026). Kinerja Auditor Inspektorat Pemerintah Provinsi Papua Selatan. Papsel Journal of Humanities and Policy, 3(3), 221–231. Retrieved from https://journal.papsel.org/index.php/JHP/article/view/344