Studi Interdependensi Sosial Suku Kanum Ditinjau dari Outcome, Komitmen, dan Level Dependensi
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk dan dinamika interdependensi sosial masyarakat Suku Kanum yang hidup di wilayah perbatasan Sota (Indonesia) dan Morehead (Papua Nugini) dengan fokus pada tiga indikator utama, yaitu kepuasan (outcome), komitmen sosial, dan tingkat ketergantungan (level dependensi). Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, serta studi dokumentasi, penelitian ini mengungkap bahwa relasi lintas batas antaranggota komunitas Kanum dibentuk oleh sejarah kekerabatan, kesamaan budaya, serta kebutuhan praktis dalam kehidupan sehari-hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) hubungan sosial lintas batas memberikan tingkat kepuasan yang tinggi bagi masyarakat karena mendukung aktivitas ekonomi, adat, dan sosial; (2) komitmen sosial terbangun melalui norma kolektif dan keterlibatan emosional yang kuat dalam mempertahankan identitas budaya bersama; dan (3) tingkat ketergantungan mencerminkan keterikatan fungsional dan simbolik terhadap komunitas di seberang batas negara. Ketiga indikator ini selaras dengan teori interdependensi sosial, khususnya dalam kerangka Investment Model (Rusbult, 1980) dan konsep hubungan lintas batas (borderland studies). Penelitian ini menegaskan bahwa masyarakat Suku Kanum membentuk ruang sosial alternatif yang melampaui batas negara, di mana interdependensi berperan sebagai mekanisme adaptasi sekaligus bentuk resistensi kultural terhadap sekat politik administratif. Temuan ini merekomendasikan pentingnya kebijakan perbatasan yang berbasis pengakuan terhadap struktur sosial dan identitas budaya lokal sebagai bagian dari pembangunan kawasan perbatasan yang inklusif dan berkelanjutan.
References
Anderson, B. (2006). Imagined Communities: Reflections on the Origin and Spread of Nationalism (Revised ed.). Verso.
Barth, F. (1998). Ethnic Groups and Boundaries: The Social Organization of Culture Difference. Waveland Press.
Donnan, H., & Wilson, T. M. (1999). Borders: Frontiers of Identity, Nation and State. Berg Publishers.
Ginting, R. (2018). Interaksi Sosial Komunitas Perbatasan Indonesia–Malaysia di Entikong. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 21(3), 217–229. https://doi.org/10.22146/jsp.35360
Hasan, A. (2021). Perbatasan sebagai Ruang Sosial: Studi Etnografi di Kawasan Aruk–Biawak. Jurnal Masyarakat dan Budaya, 23(2), 241–260.
Husken, F., & Koning, J. (2006). Between Morality and the Law: Corruption, Anthropology and Comparative Society. KITLV Press.
Martínez, O. J. (1994). Border People: Life and Society in the U.S.–Mexico Borderlands. University of Arizona Press.
Putnam, R. D. (2000). Bowling Alone: The Collapse and Revival of American Community. Simon & Schuster.
Rusbult, C. E. (1980). Commitment and satisfaction in romantic associations: A test of the investment model. Journal of Experimental Social Psychology, 16(2), 172–186. https://doi.org/10.1016/0022-1031(80)90007-4
Thibaut, J. W., & Kelley, H. H. (1959). The Social Psychology of Groups. John Wiley & Sons.
Tsing, A. L. (2005). Friction: An Ethnography of Global Connection. Princeton University Press.
van Schendel, W. (2005). Spaces of Engagement: How Borderlands Shape States and Societies. In W. van Schendel & I. Abraham (Eds.), Illicit Flows and Criminal Things: States, Borders, and the Other Side of Globalization (pp. 38–68). Indiana University Press.
Wilson, T. M., & Donnan, H. (2012). A Companion to Border Studies. Wiley-Blackwell.
Yusuf, M. (2019). Strategi Adaptasi Sosial Budaya Masyarakat Perbatasan Papua–PNG: Studi pada Suku Kanum. Jurnal Antropologi Papua, 10(2), 101–118.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Journal Of Political and Development Issue

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


