Politik Pemberdayaan Petani Lokal Dalam Pembangunan Kampung: Akses Sumber Daya Dan Peran Pemerintah Di Wasur, Merauke

Authors

  • Devota Mikan Universitas Musamus
  • Samel W Ririhena Universitas Musamus

DOI:

https://doi.org/10.1234/jpdi.v2i2.340

Keywords:

pemberdayaan, petani lokal, politik pembangunan, akses sumber daya, wasur

Abstract

Penelitian ini menganalisis pemberdayaan petani lokal di Kampung Wasur, Distrik Merauke, Kabupaten Merauke, dengan menempatkan pemberdayaan sebagai persoalan akses terhadap sumber daya, kapasitas, dan dukungan pemerintah dalam pembangunan kampung. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi pada Maret-Mei 2018 dengan melibatkan 14 informan yang terdiri atas kepala kampung, aparat kampung, tokoh pemuda, tokoh adat, dan sepuluh masyarakat petani lokal. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan dan pembinaan pertanian telah dilakukan melalui kerja sama pemerintah kabupaten, petugas penyuluh, dan pemerintah kampung. Namun, pemberdayaan belum optimal karena akses petani terhadap peralatan kerja, modal usaha, bibit, pupuk, dan teknologi pertanian belum merata, sementara sebagian pengetahuan hasil pelatihan belum dimanfaatkan secara konsisten. Pada aspek penataan jenis usaha, belum ditemukan dukungan yang memadai untuk menata tempat penjualan dan barang dagangan hasil pertanian agar lebih menarik dan terhubung dengan pasar. Sebagian petani masih menjual hasil pertanian di depan rumah atau menggunakannya untuk konsumsi keluarga. Temuan ini menunjukkan bahwa pemberdayaan tidak cukup dibangun melalui transfer pengetahuan, tetapi membutuhkan distribusi akses terhadap sumber daya produktif, penguatan kapasitas usaha, dan fasilitasi pasar. Penelitian menyimpulkan bahwa pemberdayaan petani lokal di Kampung Wasur masih bersifat parsial: intervensi pemerintah telah hadir pada aspek pembinaan, tetapi belum sepenuhnya memperkuat kemandirian ekonomi dan posisi petani dalam tata kelola pembangunan lokal.

References

Adisasmita, R. (2006). Pembangunan pedesaan dan perkotaan. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Anwas, O. M. (2013). Pemberdayaan masyarakat di era global. Bandung: Alfabeta.

Hikmat, H. (2010). Strategi pemberdayaan masyarakat. Bandung: Humaniora Utama Press.

Ife, J. (1995). Community development: Creating community alternatives—Vision, analysis and practice. Australia: Longman.

Kartasasmita, G. (1995). Pemberdayaan masyarakat: Sebuah tinjauan administrasi. Pidato Pengukuhan Guru Besar, Universitas Brawijaya, Malang.

McArdle, J. (1989). Community development tools of trade. Community Quarterly Journal, 16, 47–54.

Moleong, L. J. (2000). Metode penelitian kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Mubyarto. (1996). Pengembangan kawasan terpadu sebagai program penanggulangan kemiskinan.

Parsons, R. J., et al. (1994). The integration of social work practice. California.

Rappaport, J. (1984). Studies in empowerment: Introduction to the issue. Prevention in Human Services.

Republik Indonesia. (2014). Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.

Subejo, & Supriyanto. (2004). Metodologi pendekatan pemberdayaan masyarakat. Short paper Kuliah Intensif Pemberdayaan Masyarakat Pedesaan, Fakultas Pertanian UGM, 16 Mei 2004.

Suharto, E. (2005). Membangun masyarakat memberdayakan rakyat. Bandung: Refika Aditama.

Sulistyani, A. T. (2004). Kemitraan dan model-model pemberdayaan. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Sumodiningrat, G. (1998). Membangun perekonomian rakyat. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Suparjan, & Suyatna, H. (2003). Pengembangan masyarakat: Dari pembangunan sampai pemberdayaan. Yogyakarta: Aditya Media.

Downloads

Published

02-02-2026

How to Cite

Mikan, D., & Ririhena, S. W. (2026). Politik Pemberdayaan Petani Lokal Dalam Pembangunan Kampung: Akses Sumber Daya Dan Peran Pemerintah Di Wasur, Merauke. Journal of Political and Development Issue, 2(2), 34–44. https://doi.org/10.1234/jpdi.v2i2.340