Peran Penyerapan Tenaga Kerja dalam Pertumbuhan Ekonomi di Kawasan Timur Indonesia: Interpretasi atas Temuan Empiris
DOI:
https://doi.org/10.63185/pej.v3i2.305Keywords:
Penyerapan Tenaga Kerja, Pertumbuhan EkonomiAbstract
Pertumbuhan ekonomi yang inklusif tidak hanya ditentukan oleh peningkatan output ekonomi, tetapi juga oleh kemampuan menciptakan kesempatan kerja yang produktif. Di Kawasan Timur Indonesia (KTI), pertumbuhan ekonomi cenderung meningkat, namun belum diikuti oleh penyerapan tenaga kerja yang berkualitas. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran penyerapan tenaga kerja dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di Kawasan Timur Indonesia melalui pendekatan kualitatif. Penelitian menggunakan metode library research dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh dari temuan empiris, didukung oleh teori ekonomi pembangunan, teori tenaga kerja, Human Capital Theory, teori pertumbuhan ekonomi, serta berbagai penelitian terdahulu. Analisis dilakukan menggunakan content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyerapan tenaga kerja belum menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi di Kawasan Timur Indonesia. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh dominasi sektor ekstraktif yang bersifat padat modal, tingginya tenaga kerja pada sektor informal, rendahnya produktivitas tenaga kerja, serta belum optimalnya transformasi struktural menuju sektor-sektor yang memiliki nilai tambah tinggi. Oleh karena itu, peningkatan pertumbuhan ekonomi memerlukan kebijakan yang tidak hanya berorientasi pada penciptaan lapangan kerja, tetapi juga pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, produktivitas tenaga kerja, pengembangan industri padat karya, dan hilirisasi sumber daya alam agar pertumbuhan ekonomi menjadi lebih inklusif dan berkelanjutan.
References
Arsyad, L. (2010). Ekonomi Pembangunan, edisi kelima. Yogyakarta: Upp Stim Ykpn.
Awaludin, M., & Firmansyah, M. (2023). Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi penyerapan tenaga kerja pada sektor industri kecil dan menengah di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Jurnal Konstanta, 2(1), 156–174.
Becker, G. S. (1993). Human Capital: Sebuah Analisis Teoritis dan Empiris dengan Khusus Referensi Pendidikan. New York: Biro Nasional Riset Ekonomi.
Jhingan, M. L. (2008). Ekonomi Pembangunan dan Perencanaan,(terjemahan oleh D. Guritno). PT. RajaGrafindo Persada, Jakarta.
Krippendorff, K. (2018). Content analysis: An introduction to its methodology. Sage publications.
Lewis, W. A. (1954). Economic development with unlimited supplies of labour.
Lucas, R. E. J. (1988). On The Mechanics of Economic Development. Ournal of Monetary Economics, 22, 3–42.
Nurcholis, M. (2014). Analisis Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi, Upah Minimum dan Indeks Pembangunan Manusia Terhadap Tingkat Pengangguran di Provinsi Jawa Timur Tahun 2008-2014. Jurnal Ekonomi Pembangunan, 12(1), 48–57.
Romer, P. M. (1990a). Endogenous technological change. Journal of Political Economy, 98(5, Part 2), S71–S102.
Romer, P. M. (1990b). Endogenous Technological Change.
Schultz, T. W. (1961). Investment in human capital. The American Economic Review, 51(1), 1–17.
Simanjuntak P, J. (1998). Pengantar Ekonomi Sumber Daya Manusia. FEUI, Jakarta.
Solow, R. (1994). Terspectives on Growth Theory. Journal of Economic Perspectives, Vol 8.No., 45–54.
Todaro, M. P., & Smith, S. C. (2020). Economic development. Pearson UK.
